Rabu, 16 Desember 2015

PABRIK GULA MANISHARJO

BANGKRUTNYA PABRIK GULA MANISHARJO

            Pabrik Gula Manisharjo adalah salah satu pabrik gula yang pernah berdiri di Kabupaten Klaten. Lokasi pabrik gula ini tepatnya berada di Kecamatan Pedan Klaten. Menurut sejarahnya, Pabrik Gula Manisharjo didirikan oleh Sinuwun Paku Buwono X bersama dengan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901. Pendirian pabrik gula ini mengakibatkan seluruh lahan pertanian di daerah Pedan ditanami dengan tanaman tebu. Luasnya area perkebunan tebu juga turut berdampak pada meningkatnya jumlah kebutuhan air untuk irigasi.
            Pada waktu itu Sinuwun Pabukuwono X dan Pemerintah Hindia Belanda mengetahui keberadaan Rowo Jombor yang memiliki ketersediaan air yang melimpah. Akhirnya pada tahun 1917 dibuatlah saluran irigasi dengan membuat terowongan sepanjang satu kilometer menerobos pegunungan yang mengelilingi rawa. Pekerjaan tersebut akhirnya selesai pada tahun 1921. Dan setiap tahunnya Sinuwun selalu mengunjungi Rowo Jombor untuk menikmati pemandangan disana dan naik perahu.

Peta Lokasi Pabrik Gula Manisharjo
Sumber: kitlv.nl

Pada saat masa penjajahan Jepang, pengelolaan Pabrik Gula Manisharjo diambil alih oleh tentara Dai Nipon. Akibat pengambilalihan tersebut Pabrik Gula Manisharjo menjadi bangkrut. Pada Tahun 1943 hingga 1944, Rawa Jombor oleh Pemerintah Jepang dijadikan waduk dengan dibangunnya tanggul disekeliling rawa dengan menggunakan tenaga romusha. Akibat pembangunan tersebut luas rawa mengalami penyusutan dari 500 hektar menjadi 180 hektar.

Rumah Administrateur Pabrik Gula Manisharjo Tahun 1921
Sumber: kitlv.nl

            Bangkrutnya Pabrik Gula Manisharjo turut berdampak pada nasib bangunan pabrik tersebut. Kini bangunan pabrik sudah hilang tak bersisa dan telah berubah menjadi kawasan pemukiman yang padat. Belum ada catatan sejarah yang pasti mengenai alasan hancurnya bangunan Pabrik Gula Manisharjo. Namun berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan dari beberapa warga sekitar yang telah berusia antara 70 hingga 90 tahun, hancurnya bangunan pabrik gula tersebut terjadi pada masa pendudukan Jepang. Hal ini didasarkan pada keterangan warga sekitar yang menyatakan bahwa bangunan pabrik sudah musnah sebelum Indonesia merdeka.

Rumah Administrateur Pabrik Gula Manisharjo Tahun 1925
Sumber: kitlv.nl

Perkampungan Pegawai Pribumi Pabrik Gula Manisharjo Tahun 1920
Sumber: kitlv.nl
Melacak sisa-sisa keberadaan Pabrik Gula Manisharjo memang sangat sulit dilakukan. Lokasinya yang telah menjadi pemukiman penduduk membuat bekas keberadaan pabrik sangat sulit dilacak. Bahkan tak semua warga yang telah berusia lanjut disana masih mengingat keberadaan Pabrik Gula Manisharjo. Satu-satunya bukti yang bisa menjadi petunjuk akan keberadaan pabrik gula di area tersebut adalah adanya beberapa bekas besi rel lori yang bisa dijumpai dibeberapa titik.


Area Bekas Pabrik Gula Manisharjo



Tidak ada komentar:

Posting Komentar